Senin, 09 Maret 2020

Langkah Mudah Menerbitkan Buku

Judul tulisan kali ini saya angkat dari infografis mengenai penerbitan buku Beta Aksara-SangPengajar. Infografis ini dulu saya buat untuk memberi pemahaman proses penerbitan di SangPengajar. Saya merasa harus menulis karena ternyata ada peserta workshop maupun pelatihan yang belum memahami dengan baik prosedur penerbitan buku di Beta Aksara-SangPengajar.


Sebenarnya, menerbitkan buku sangatlah mudah. Hanya saja sering kali penulis tidak sabar dengan prosesnya. Tak heran jika kemudian ada yang menanyakan progres penerbitan bukunya. Padahal perlu diingat, banyak variabel yang berpengaruh terhadap lamanya proses penerbitan. Mulai dari kualitas tulisan yang berbeda-beda, revisi naskah yang juga berbeda secara waktu maupun frekuensinya, pembayaran biaya penerbitan yang beragam lamanya, kerumitan layout dan editing yang berbeda, juga proses terbitnya ISBN yang tidak selalu linear dengan pengajuan.

Padahal perlu diingat, banyak variabel yang berpengaruh terhadap lamanya proses penerbitan


Inilah Langkah Mudah Menerbitkan Buku

Pertama, penulis mengirim naskah buku melalui email yang ditentukan. Perlu diketahui, naskah yang dikirim itu ada ketentuannya. Misalnya, naskah ditulis dalam 1 file, memperhatikan kaidah numbering, gambar disertai sumber, dan sebagainya. Sampai tahap ini, sering ditemui penulis tidak memperhatikan  ketentuan yang diberikan. Malah ada yng menulis naskah tiap bab itu berbeda file. Persis cara menulis skripsi di awal tahun 2000-an dulu, file diberi judul Bab 1, Bab 2, dan seterusnya.

Kedua, naskah diperiksa kelengkapan dan kelayakannya. Kelengkapan artinya naskah sudah ada judul, nama penulis, kata pengantar, daftar isi tanpa nomor halaman, isi sesuai ketentuan, serta daftar pustaka (naskah tertentu), profil penulis dan sinopsisnya. Sering ditemukan penulis kurang teliti tentang kelengkapan ini. Kelayakan artinya naskah memang layak diterbitkan. Memang ada yang tidak layak? Oh, banyak. Terutama naskah yang asal copast dari berbagai sumber. Sebagai penulis sekaligus blogger, saya punya tool untuk mengecek orisinalitas naskah, maka tak jarang naskah saya kembalikan karena hasil plagiasi.

Ketiga, penulis melakukan pembayaran biaya penerbitan setelah naskah dinyatakan lengkap dan dapat diproses. Sampai tahap ini, progres naskah akan berbeda-beda. Naskah yang duluan masuk email, belum tentu sampai tahap ini duluan. Bisa jadi karena banyak revisi atau kurang kayak, naskah diproses lebih akhir. Sama-sama lolos pun kan berbeda "nasibnya". Naskah yang sudah lunas biaya penerbitannya tentu akan diproses lebih dulu.

Keempat, desain kover dibuat dan ditawarkan ke penulis. Sampai tahap ini, tanggapan penulis juga beragam. Ada yang langsung menerima, ada yang tidak alias minta revisi. Sehingga, progres tahapannya pun akan berbeda-beda. Prinsipnya, kover sudah didesain sesuai naskah dan sinopsis yang penulis susun. Jadi, tak perlu khawatir kovernya tidak sesuai. Pengalaman selama ini, hampir semua penulis puas dengan desain kover SangPengajar.

Kelima, proses layout, pengajuan ISBN, dan editing. Di tahap inilah biasanya naskah akan diproses dengan waktu yang beragam. Naskah yang sudah rapi tentu akan lebih mudah dalam proses layoutnya. Naskah yang masuk ke pengajuan ISBN juga beragam lamanya antrean. Naskah masuk duluan belum tentu keluar duluan ISBN-nya. Proses editing kami garap sesuai urutan keluarnya ISBN. 

Keenam, setelah ISBN terbit, dilakukan proofreading. Tahap ini kami berikan agar penulis mengecek naskah bukunya sebelum dicetak. Sampai tahap ini, cara penulis melalui proofreadingnya pun beragam. Ada yang paham sehingga prosesnya cepat. Ada juga yang tidak memperhatikan ketentuan proofreading. Misalnya penulis malah menambahkan  naskah baru, padahal naskah yang sudah masuk telah di-layout dan diedit. 

Setelah semua tahapan terlewati, buku pun siap dicetak. Penulis akan mendapatkan jatah buku dan surat keterangan terbit sesuai ketentuan yang sudah dijelaskan saat pelatihan.

Studi Kasus

Sekarang kita buat simulasi naskah yang masuk. Simak baik-baik ya!

Misalnya ada naskah X, Y, dan Z yang masuk ke email penerbitan. Naskah X masuk duluan, baru disusul naskah Y dan naskah Z. Namun, ternyata naskah X banyak yang harus direvisi, sehingga dikembalikan ke penulisnya. Naskah Y juga ada bagian yang harus direvisi, sedangkan naskah Z lolos penerbitan. Dalam kasus ini, naskah Z mendapatkan kesempatan proses penerbitan lebih dulu meskipun lebih akhir masuk ke email.

Setelah naskah X dan Y dinyatakan lengkap dan dapat diterbitkan, ternyata penulis naskah Y lebih dulu membayar biaya penerbitan, maka naskah Y lebih dulu diproses, meskipun naskah X lebih dulu masuk.

Begitu tiga naskah diajukan ISBN, belum tentu urutan terbitnya adalah Z, Y, dan X. Jika urutan keluarnya ISBN adalah Y, Z, dan X maka urutan proses editing juga Y, Z, dan X.

Secara periodik saya juga merilis info progres naskah disertai link/tautan daftar antrean penerbitan. Sering penulis tidak memperhatikan sampai link ini, sehingga banyak bertanya tentang progres naskahnya.

Berapa lama prosesnya?
Lantas, berapa lama proses penerbitan di Beta Aksara-SangPengajar? Secara prinsip, waktu standar penerbitan adalah 1-2 pekan, standar cetak juga 1-2 pekan. Artinya, proses penerbitan buku 2-4 pekan. Namun, dalam perjalanannya, antrean penerbitan buku sangat banyak. Sehingga, waktu penerbitan ini bisa jadi bertambah lama. Terlebih banyak variabel yang berpengaruh seperti yang sudah dijelaskan.

Nah, begitulah proses penerbitan itu. Banyak variabel yang berpengaruh. Ayo kita pahami prosedur ini. Yakinlah, penerbitan dilakukan secara adil dan beradab, he he.

Salam literasi!   

Posting Komentar